MANADOUPDATE.COM-Perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,54 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Capaian tersebut menandakan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak stabil di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global.
Pertumbuhan ekonomi Sulut ditopang sejumlah sektor unggulan, terutama penyediaan akomodasi, hotel, restoran, serta sektor makanan dan minuman yang mengalami peningkatan signifikan. Meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas konsumsi masyarakat turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah pada awal tahun ini.
Selain itu, kestabilan inflasi menjadi faktor penting yang menjaga daya beli masyarakat tetap aman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Sulawesi Utara masih berada pada level terkendali dan bahkan menjadi salah satu yang terendah di wilayah Sulawesi. Kondisi tersebut menunjukkan pengendalian harga kebutuhan pokok berjalan cukup efektif.
Meski pertumbuhan ekonomi Sulut masih berada di atas lima persen, sejumlah pengamat menilai pemerintah daerah tetap perlu melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang mengalami perlambatan. Beberapa lapangan usaha tercatat mengalami kontraksi, termasuk sektor pertambangan dan pengelolaan air serta limbah.
Di sisi lain, optimisme terhadap ekonomi Sulut terus meningkat seiring masuknya berbagai rencana investasi besar di kawasan strategis dan sektor pariwisata. Pemerintah daerah berharap iklim investasi yang terus membaik mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, pelaku usaha, dan masyarakat guna menjaga stabilitas harga serta memperkuat sektor produktif daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi Sulut tetap inklusif dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(***)












