Info TerUpdate, Kuasa Hukum E2L-HJP Nyatakan Pencabutan Berkas PHP Pilgub Sulut di Sidang MK

Kuasa Hukum E2L-HJP, Denny Indrayana ketika membacakan permohonan pencabutan Berkas PHP Pilgub Sulut di Sidang MK (Istimewa)
Kuasa Hukum E2L-HJP, Denny Indrayana ketika membacakan permohonan pencabutan Berkas PHP Pilgub Sulut di Sidang MK (Istimewa)

MANADOUPDATE.COM – JAKARTA, Sidang perdana perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Gubernur Sulawesi Utara telah bergulir di Mahkamah Konstitusi, pada Senin (13/1/2025)

Sidang ini laksanakan di Gedung MKRI 1, Lantai 2 Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 6, Jakarta. Adapun tim Majelis Hakim yang memimpin sidang ini Ketua Panel Dr Suhartoyo, Anggota Panel Dr Daniel Yusmic Pascastaki Foekh, dan Anggota Panel lainnya Prof Dr M Guntur Hamzah.

Sidang perdana ini terkait pemeriksaan pendahuluan, dimana Majelis Hakim dijadwalkan memeriksa kelengkapan dokumen yang diajukan Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Hanny Jost Pajouw (HJP)

Namun ditengah berjalannya sidang kuasa hukum E2L-HJP, yakni Denny Indrayana sudah mengeluarkan pernyataan untuk menarik berkas perkara yang diajukan.

“Pada intinya kami mengajukan permohonan penarikan perkara ini. Kami hadir di persidangan untuk mengonfirmasi sebagaimana peraturan mahkamah kontusi terkait penarikan perkara ini,” jelas Indrayana.

Terkait dengan permohonan pencabutan itu Ketua Panel Dr Suhartoyo ikut memberikan jawabnya.

“Ya kami memang sudah menerima, tapi karena ini dari principal dan tidak diajukan sekaligus oleh kuasa hukum dan kami masih ingin meminta penegasan dari kuasa hukum,” jelasnya.

Hakim melihat semuanya satu suara terkait permohonan pencabutan ini.

“Jadi ini satu tone dan satu semangat, dengan principal. Oleh karena terima nanti kami laporkan terkait pencabutan ini,” jelasnya.

Calon Gubernur Sulawesi Utara Elly Engelbert Lasut memberi pernyataan ke publik terkait gugatannya terhadap pasangan terpilih Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Victor Mailangkay di Mahkamah Konstitusi.

E2L mengatakan setelah melakukan perenungan yang panjang dan tanpa membuat pendukungnya kecewa, maka dia menarik gugatan tersebut di MK.

“Saya telah mengambil langkah dengan Hanny Jost Pajouw dan sudah menulis surat dan menandatanganinya untuk menarik gugatan terhadap pasangan YSK-Victor,” jelasnya Senin (13/1/2025) di live Facebook pribadinya

E2L pun kini telah memberikan kesempatan kepada YSK-Victor untuk memimpin Sulawesi Utara kedepan.

“Jadi menurut kami sudahlah untuk menarik gugatan mungkin kita memberikan kesempatan kepada beliau berdua untuk memimpin Sulawesi Utara dan kemudian kita berikan kesempatan bagi mereka membangun Sulut,” jelasnya.

Kata E2L, YSK mempunyai niat yang sangat mulia untuk membangun Sulut kedepan, mengingat kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Atas hal itu, E2L yakin Sulut akan maju ditangan YSK-Victor

“Pak Yulius Selvanus Komaling, adalah orang yang sangat dekat dengan bapak Presiden Prabowo Subianto,

Menurut saya ada positifnya memberikan kontribusi atau percepatan pembangunan di Sulut melalui tangan-tangan dari pak Yulius dan Pak Victor,” jelasnya

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) terpilih Yulius Selvanus Komaling (YSK) pergi ke Kota Jakarta, Sabtu (4/1/2025)).

YSK ditemani Wakil Gubernur Sulut terpilih Victor Mailangkay dan Sekretaris DPD Gerindra Harvarni Boki terbang dengan Pesawat Garuda Indonesia pukul 07.00.WITA.

Sebelum berangkat, YSK dicegat oleh beberapa awak media untuk menanyakan alasan keberangkatan mendadadaknya ini.

Alhasil terungkap bahwa keberangkatannya ini terkait masalah pemilu di Mahkamah Konstitusi yang masih diperkarakan paslon Pilgub Sulut nomor urut 2 Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Hanny Jost Pajouw (HJP).

“Tentunya saya dan pak Victor paslon nomor urut 1 yang unggul dalam perolehan suara. Tapi ada paslon lain yang masih belum puas dan akan menyelesaikan sengketa di MK. Jadi saya ke Jakarta dulu dan berharap bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya

YSK pun memaklumi bahwa ada langkah dari paslon Pilgub lain untuk mengajukan di MK.

“Tidak apa-apa, itu adalah hak. Tapi kepada masyarakat Sulut agar tetap tenang. Kita serahkan masalah ini kepada pihak-pihak yang berwenang,” jelasnya

Dia pun siap menghadapi masalah sengketa pemilu 2024.

“Kita ini tukang perang, kalau ada yang ngajak perang dan kita tidak pernah lari dari musuh, dan pastinya kita hadapi. Nda apa-apa tapi intinya kami siap,” jelasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *