MANADOUPDATE.COM – Manado –Pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia terus menjadi fokus pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi).
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga badan usaha, untuk membahas strategi bersama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digita terutama di wilayah 3T.
Dimana untuk Sulawesi Utara terdapat daerah kabupaten kepulauan yang sampai saat ini belum merasakan kemerdekaan digital khususnya internet.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa akses internet saat ini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat.
“Kita masih menghadapi kesenjangan internet yang cukup tinggi, terutama di daerah 3T. Ini menjadi tantangan utama kami di Komdigi. Karena itu, kami terus memperluas jangkauan infrastruktur digital agar bisa dirasakan sampai ke pelosok pulau-pulau,” ujar Wayan.
Ia menambahkan, pemerataan akses internet menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan Indonesia Digital 2045, di mana seluruh masyarakat tanpa kecuali dapat menikmati layanan digital untuk pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
Dukungan terhadap visi tersebut juga datang dari sektor badan usaha. Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia, Ganda Yudha Asparaini, menyebut pihaknya siap memperkuat langkah strategis dalam pembangunan infrastruktur digital di wilayah kepulauan Sulawesi Utara.
“Program nasional ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah memperluas jaringan digital di daerah 3T. Ini sangat strategis untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah. Melalui forum ini, kita membahas berbagai tantangan serta solusi agar pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang turut dalam forum tersebut, memberikan perhatian serius terhadap kesenjangan digital di daerah kepulauan. Ia menegaskan pentingnya keadilan digital bagi seluruh warga Sulut.
“Digitalisasi harus dirasakan oleh semua daerah. Namun sayangnya, di kepulauan kita masih tertinggal dan belum merdeka dalam hal internet. Indonesia sudah merdeka 80 tahun, tapi banyak saudara kita di pulau-pulau yang belum merdeka secara digital,” tegas Gubernur YSK.
YSK juga berharap proyek pembangunan infrastruktur internet di wilayah perbatasan dan kepulauan Sulut dapat diselesaikan sebelum perayaan Natal tahun ini.
“Kita berharap internet bisa segera dinikmati di wilayah perbatasan dan kepulauan. Pemerataan ini penting agar semua wilayah Sulut bisa maju bersama,” tandasnya. Provinsi Sulawesi Utara dikenal memiliki banyak wilayah kepulauan dan perbatasan yang termasuk kategori 3T, seperti Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Sitaro.
Kondisi geografis ini kerap menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan, termasuk infrastruktur digital seperti jaringan internet.
Melalui sinergi antara Kementerian Komdigi, pemerintah daerah, dan badan usaha nasional, diharapkan upaya pemerataan digital dapat memperkuat daya saing daerah, membuka akses ekonomi baru di daerah kepulauan di Sulawesi Utara. (**)












