Peringati HKN ke-61: Gubernur Selvanus Tegaskan Penyakit TBC Harus Jadi Atensi

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, menghadiri perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sulut di Aula Mapalus, pada Selasa 25 Desember 2025.
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, menghadiri perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sulut di Aula Mapalus, pada Selasa 25 Desember 2025.

MANADOUPDATE.COM — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, menghadiri perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sulut di Aula Mapalus, pada Selasa 25 Desember 2025.

‎Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda, serta perwakilan puskesmas dari seluruh kabupaten/kota se-Sulut terlihat turut mendampingi.

‎Giat dibuka dengan laporan dan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Rima Lolong.

‎Dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Selvanus yang menyampaikan arahannya terkait prioritas pembangunan kesehatan sebagai bagian dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

‎Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Gubernur memberi perhatian serius pada capaian Indeks Pembangunan Manusia Sulawesi Utara.

‎“Indeks Pembangunan Manusia kita berada di angka 76,35 persen, artinya posisi Sulawesi Utara aman dan tinggi. Didominasi oleh Kota Manado yang sudah mencapai 82,3 persen, sementara yang terendah ada di Bolaang Mongondow Selatan, 70,01 persen,” ujarnya.

‎Ditekankannya bahwa salah satu komponen penting IPM adalah umur panjang dan hidup sehat, yang sangat dipengaruhi oleh peran tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan menjadi fokus pemerintah.

‎“Saya beberapa bulan ini sudah merekomendasikan kurang lebih 20 dokter untuk masuk spesialis. Itu upaya untuk meningkatkan SDM kesehatan kita agar lebih unggul. Tapi setelah lulus, tolong kembali mengabdi di Sulut,” tegas gubernur.

‎Ditegaskannya bahwa pemerintah daerah berkewajiban meminimalkan masyarakat jatuh sakit serta memastikan seluruh fasilitas, tenaga, dan perangkat medis terpenuhi.

‎Gubernur juga menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya kasus TBC yang sulit dideteksi.

‎“Kita cukup prihatin menghadapi penyakit TBC ini. Rumah Sakit Infeksi Kita Waya harus segera dilengkapi. Saya minta tahun 2026 diprioritaskan untuk penyempurnaan sarana dan perangkatnya,” tegas YSK.

‎Ia meminta seluruh puskesmas memperketat deteksi dini dan bergerak aktif dalam pelacakan kontak pasien TBC.

‎“Kalau tertangkap satu kasus, langsung isolasi. Tanya dia tinggal di mana, dengan siapa, siapa tetangganya. Ikuti itu, pasti ketemu. Jangan biarkan berkembang,” ujarnya.

‎Gubernur Yulius juga membuka peluang pendekatan jemput bola demi mencegah penularan lebih luas.

‎Diakhir sambutannya, YSK mengajak seluruh tenaga kesehatan bersatu mendukung tema HKN ke-61: Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.

‎”Sumber daya alam kita unggul. Tinggal bagaimana dikelola oleh sumber daya manusia yang juga unggul kesehatannya, kecerdasannya. Pemerintah daerah sangat membutuhkan itu,” pungkas Gubernur Selvanus. (**)

Penulis: AxelEditor: Jordan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *