Usai Temui Gubernur YSK, MUI Siap Dukung Penuh Program Kerja Gubernur YSK, MUI: Ini hanya miskomunikasi.

MANADOUPDATE.COM — Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara akhirnya bertemu langsung dengan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) di Wisma Negara Bumi Beringin, Minggu 15 Februari 2026.

‎Pertemuan tersebut sekaligus meluruskan miss komunikasi terkait ketidakhadiran Pemerintah Provinsi Sulut dalam agenda Pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehari sebelumnya, Sabtu 14 Februari 2026.

‎Hadir dalam pertemuan itu Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc serta Pengurus MUI Agus Budiarsio.

‎Suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka hingga pokok persoalan yang sempat menjadi sorotan publik akhirnya dapat diluruskan.

‎Gubernur YSK menegaskan tidak pernah ada jarak antara dirinya dan MUI maupun organisasi keagamaan lainnya di Sulawesi Utara.

‎“Tidak ada jurang antara saya dan MUI. Itu sebabnya saya merasa, kok kenapa serang saya. Kapan kegiatan muslim saya tidak datang?,” ujar Gubernur YSK.

‎Ia menegaskan, ketidakhadirannya dalam pelantikan bukan karena mengabaikan, melainkan telah mengutus perwakilan. Menurutnya, padatnya agenda pemerintahan baik di daerah maupun di pusat terkadang menimbulkan kendala komunikasi.

‎“Mungkin ada satu komunikasi yang memang kurang, di mana gubernur sangat padat dalam kegiatan. Nah ini yang kadangkala membuat komunikasi ini buruk. Begitu komunikasi buruk, ada yang tidak suka, ini yang jadi negatif,” jelasnya.

‎Gubernur YSK juga menekankan komitmennya untuk tidak pernah menutup pintu bagi masyarakat maupun organisasi keagamaan.

‎“Kita tidak pernah menutup pintu di sini. Jam 2 pagi pun kami masih terima. Tidak ada satupun organisasi maupun masyarakat di Sulawesi Utara yang terlepas dari perhatian gubernur,” tegasnya.

‎Bahkan Gubernur YSK menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara pribadi saat pelantikan.

‎“Kalau ada miss seperti ini, saya mohon maaf secara pribadi. Tapi perlu dimaklumi, Yulius ini bukan milik satu organisasi saja. Saya punya tanggung jawab juga kepada pusat dan daerah lainnya,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc mengapresiasi keterbukaan gubernur. Ia mengakui persoalan yang terjadi lebih pada tersendatnya komunikasi.

‎“Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, saya harus datang. Dan inilah kita dapatkan bagaimana keterbukaan dari Pak Gubernur ini. Komunikasi itu penting,” ujarnya.

‎Ia menilai, setelah dialog tersebut, seluruh persoalan menjadi terang.

‎“Sudah plong semua. Apa yang terjadi kemarin dan sebelumnya, Alhamdulillah. Rupanya kita juga salah kalau selalu ikut aturan yang terlalu protokoler. Bukan minta waktu, tapi bagaimana mencuri waktu Pak Gubernur, itu saya sangat setuju,” katanya.

‎KH Abdul Wahab juga memastikan akan menyampaikan hasil pertemuan ini kepada seluruh pengurus MUI yang baru dilantik. Bahkan akan terus mendukung langkah Gubernur YSK untuk kemajuan Sulut.

‎MUI turut merencanakan agenda silaturahmi lanjutan antara pengurus MUI dan Gubernur Sulut dalam waktu dekat.

‎“Insyaallah ke depan ada silaturahim dengan seluruh pengurus MUI yang baru. Kita akan ketemu dan beliau akan berbicara bersama teman-teman,” tutupnya.

‎Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara Pemerintah Provinsi Sulut dan MUI tetap harmonis.

‎Miskomunikasi yang sempat mencuat kini telah diluruskan, membuka ruang kolaborasi yang lebih solid demi menjaga kerukunan dan stabilitas daerah.

Penulis: AxelEditor: Jordan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *