MANADOUPDATE.COM-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE (YSK), melontarkan pesan tegas kepada seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara. Tidak ada lagi ruang bagi praktik perundungan, pembiaran anak putus sekolah, maupun pengelolaan pendidikan yang tidak profesional.
Dalam pengarahan yang berlangsung penuh penekanan, Gubernur menegaskan bahwa kepala sekolah bukan sekadar pengelola administrasi, melainkan pemimpin yang menentukan kualitas pendidikan dan masa depan generasi Sulawesi Utara.
Mengawali arahannya, YSK memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang berlangsung aman, tertib, kondusif, serta menghadirkan suasana belajar yang ramah anak.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam menciptakan masa transisi peserta didik yang humanis, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan fisik maupun tekanan psikologis.
Namun, apresiasi itu dibarengi dengan peringatan keras. Gubernur menegaskan bahwa Zero Bullying merupakan kebijakan yang tidak bisa ditawar.
“Tidak boleh ada satu pun siswa yang menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Sekolah harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita,” tegas Gubernur.
Untuk itu, seluruh sekolah diwajibkan mengaktifkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagai garda terdepan dalam menangani setiap persoalan yang muncul.
YSK juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak pernah menutup-nutupi kasus kekerasan hanya demi menjaga citra sekolah. Baginya, setiap persoalan harus diselesaikan secara terbuka, adil, dan berpihak kepada korban.
Tak hanya itu, Gubernur turut menyoroti profesionalitas kepala sekolah dalam mengelola anggaran pendidikan. Dana BOS maupun BOSDA, katanya, harus digunakan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.
Di sisi lain, ia menetapkan target besar dunia pendidikan Sulawesi Utara, yakni Zero Drop-Out. Seluruh kepala sekolah diminta aktif memantau lingkungan sekitar agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
“Kepala sekolah harus hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai masih ada anak yang putus sekolah karena luput dari perhatian kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis nasional.
Ia meminta seluruh kepala sekolah memberikan dukungan total terhadap pelaksanaan program, mulai dari koordinasi dengan penyedia hingga memastikan distribusi makanan berlangsung tertib, higienis, dan tepat sasaran. Program tersebut juga diharapkan menjadi sarana membangun karakter disiplin, tanggung jawab, serta pola hidup sehat peserta didik.
Menghadapi derasnya arus digital, YSK mengingatkan sekolah agar menjadi benteng utama pembentukan karakter generasi muda. Ia meminta seluruh satuan pendidikan melakukan langkah nyata dalam mencegah peserta didik terjerumus ke dalam praktik judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, hingga kecanduan gawai.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) harus semakin dioptimalkan, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur kearifan lokal Sulawesi Utara seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara sebagai fondasi pendidikan karakter.
Perhatian khusus juga diberikan kepada pendidikan vokasi dan pendidikan inklusif. Kepala SMK diminta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui program link and match, serta meningkatkan sertifikasi kompetensi agar lulusan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Sementara itu, kepala SLB diinstruksikan terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas ramah disabilitas sehingga seluruh anak berkebutuhan khusus memperoleh hak pendidikan yang setara.
Menutup arahannya, Gubernur menegaskan seluruh kepala sekolah harus bekerja dalam semangat Satu Komando, loyal terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, disiplin, dan memiliki Mental Petarung.
Menurutnya, kepala sekolah harus mampu melahirkan inovasi, mencari solusi atas setiap persoalan di lapangan, serta tidak mudah menyerah menghadapi berbagai keterbatasan.
“Bangun sinergi, bekerja dengan hati, jaga integritas, dan jadilah pemimpin yang menginspirasi. Masa depan Sulawesi Utara ada di tangan dunia pendidikan. Bersama kita siapkan Generasi Emas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Gubernur.(***)













