Museum Provinsi Jadi Panggung Rona Budaya, Dinas Kebudayaan Sulut Rayakan HUT ke-62 Bumi Nyiur Melambai Dengan Performa Seni Budaya

MANADOUPDATE.COM — Bertujuan untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara pada September 2026, Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara akan menggelar pagelaran seni budaya selama sebulan penuh bertajuk “Rona Budaya Sulawesi Utara”.

‎Iven seni dan budaya tersebut direncanakan dibuka pada Sabtu, 5 September 2026 di Museum Provinsi Sulut, sebagai ruang besar untuk menampilkan kekayaan seni, tradisi, adat, musik hingga kreativitas masyarakat dari berbagai wilayah di Bumi Nyiur Melambai.

‎Konsep pelaksanaan Rona Budaya Sulawesi Utara akan dibagi dalam sejumlah pekan dengan tema berbeda.

‎Minggu pertama akan menampilkan kekayaan budaya Nusa Utara, disusul Minggu kedua yang mengangkat budaya Minahasa.

‎Selanjutnya, Minggu ketiga akan menjadi panggung bagi ragam budaya Bolaang Mongondow Raya, sementara Minggu keempat mengusung tema Nusantara, dengan menghadirkan berbagai suku dari luar Sulawesi Utara yang turut menjadi bagian dari keberagaman daerah.

‎Sementara itu, minggu kelima akan menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan dengan sajian seni dan budaya yang dikemas lebih meriah.

‎Tak hanya pertunjukan budaya, setiap akhir pekan, khususnya malam Minggu, masyarakat akan disuguhkan berbagai pentas seni, pertunjukan musik dan penampilan band serta beragam atraksi menarik lainnya.

‎Sedangkan pada hari Senin hingga Jumat, kawasan kegiatan juga akan dihidupkan dengan aktivitas museum, pameran UMKM serta produk-produk unggulan Dekranasda.

‎Dengan demikian, perayaan HUT ke-62 Sulut tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.

‎Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut Yorry Rommy Lesawengan mengatakan, pihaknya sudah menggelar merapat koordinasi dengan 15 Kabupaten/Kota untuk menampilkan karya terbaiknya.

‎”Seluruh daerah tersebut menyatakan dukungan dan kesiapan untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing. Dengan keterlibatan kabupaten dan kota diharapkan menjadikan Rona Budaya Sulawesi Utara sebagai perayaan bersama yang benar-benar merepresentasikan keberagaman identitas daerah, dari Nusa Utara, Minahasa, hingga Bolaang Mongondow Raya,” tukasnya.

‎Melalui pagelaran selama sebulan penuh ini, kekayaan budaya Sulawesi Utara akan kembali mendapat panggung yang lebih luas, sekaligus menjadi magnet bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati warna-warni seni, tradisi, kuliner, UMKM serta kreativitas yang tumbuh di Bumi Nyiur Melambai.

‎Rona Budaya Sulawesi Utara pun diproyeksikan menjadi salah satu sajian utama dalam peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara yang digelar Dinas Kebudayaan Sulut, menghadirkan satu pesan kuat, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi identitas yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat.(**)

Penulis: ChrisEditor: Jordan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *