Rona Budaya Sulut Jadi Panggung Seni dan Penggerak Ekonomi, Gubernur Yulius Dorong Kolaborasi

MANADOUPDATE.COM – Pelestarian budaya di Sulawesi Utara tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi agar tetap hidup. Lebih dari itu, kekayaan seni dan budaya daerah harus mampu menjadi kekuatan untuk memperkenalkan identitas Sulut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menghadiri rangkaian Rona Budaya Sulut yang memasuki pekan kedua.

Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara itu berlangsung di Museum Negeri Sulut, Jalan WR Supratman, Kelurahan Lawangirung, Manado.

Memasuki pekan kedua, Rona Budaya Sulut menampilkan beragam seni dan tradisi dari wilayah Minahasa Raya. Sebelumnya, kegiatan tersebut menghadirkan kekayaan budaya dari kawasan Nusa Utara.

Gubernur Yulius memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga budaya daerah membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pemerintah.

“Setelah minggu sebelumnya dari Nusa Utara, minggu ini Minahasa. Kita berharap bisa menampilkan budaya yang ada,” ujar Yulius, Jumat malam.

Menurutnya, Rona Budaya menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Sulawesi Utara kepada masyarakat luas.

Namun, Gubernur Yulius melihat kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek kebudayaan. Kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif juga dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Karena itu, Yulius mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut mendukung pelaku UMKM dengan membeli berbagai produk yang dipasarkan selama kegiatan berlangsung.

“Ini juga untuk meningkatkan ekonomi,” katanya.

Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Yulius menilai keterlibatan seniman, budayawan, musisi, pelaku UMKM dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan Sulawesi Utara.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat ruang-ruang budaya seperti Rona Budaya terus berkembang sekaligus memberikan kesempatan kepada para pelaku seni dan industri kreatif untuk menunjukkan karya mereka.

“Pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi yang kuat,” tegasnya.

Gubernur juga berharap insan pers mengambil bagian dalam memperluas publikasi mengenai Rona Budaya Sulut. Menurutnya, pemberitaan yang luas dapat membantu memperkenalkan potensi seni, budaya dan ekonomi kreatif Sulawesi Utara kepada wisatawan.

Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara.

Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya menjadi warisan yang disimpan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Utara.

Yulius berharap kekayaan budaya daerah semakin dikenal sekaligus tetap terjaga sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Ke depan semakin tampak, terpelihara kepada anak cucu, wisatawan baik lokal maupun internasional,” ungkapnya.

Museum Negeri Sulut Harus Dijaga

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius juga mengingatkan pentingnya menjaga Museum Negeri Sulut sebagai salah satu ruang untuk merawat sejarah dan warisan budaya daerah.

Menurutnya, museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga memori dan identitas Sulawesi Utara.

“Museum ini kita jaga, kita rawat bersama. Budaya, seni dan UMKM kita jaga dan tingkatkan ke dunia. Inilah Sulawesi Utara yang kita cintai bersama,” pungkas Yulius.

Rona Budaya Sulut pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang berkelanjutan bagi seniman, budayawan, musisi, pelaku UMKM dan masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus memperkuat identitas Sulawesi Utara.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *