MANADOUPDATE.COM-Kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat angka kemiskinan di Bumi Nyiur Melambai turun menjadi 6,32 persen pada Maret 2026, sekaligus menjadi yang terendah di Pulau Sulawesi.
Data tersebut tertuang dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Sulut yang dirilis pada 5 Agustus 2026. Dibandingkan September 2025 yang berada di angka 6,62 persen, tingkat kemiskinan Sulut berhasil ditekan sebesar 0,30 persen poin.
Tak hanya persentasenya yang turun, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya 172,13 ribu jiwa, kini menjadi 164,78 ribu jiwa, atau berkurang sekitar 7,35 ribu orang.
Capaian ini menempatkan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan paling rendah dibandingkan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, mengungguli Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Gorontalo.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari sinergi seluruh pihak dalam menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Penurunan angka kemiskinan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih keras. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” tegas Gubernur Yulius.
Menurutnya, berbagai program strategis terus diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, UMKM, investasi, hingga pariwisata, disertai peningkatan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.
Menariknya, meski garis kemiskinan Sulut pada Maret 2026 meningkat menjadi Rp578.499 per kapita per bulan, angka kemiskinan justru berhasil ditekan. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat di tengah kenaikan biaya hidup.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun berkomitmen menjaga tren positif tersebut melalui penguatan program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
Dengan capaian ini, Sulawesi Utara semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat terbaik di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi contoh pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.(***)













