MANADOUPDATE.COM-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2025 dalam rangka mewujudkan visi “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”. Capaian tersebut merupakan implementasi dari delapan misi pembangunan yang menjadi fokus kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.
Di bidang tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi, Pemprov Sulut terus memperkuat budaya integritas melalui berbagai program, mulai dari penerapan kurikulum antikorupsi di sekolah hingga sosialisasi antikorupsi di lingkungan rumah sakit. Selain itu, seleksi anggota Paskibraka dilakukan secara terbuka guna menjaring putra-putri terbaik daerah.
Pada sektor sumber daya manusia, sejumlah capaian penting berhasil diraih. Sulawesi Utara memperoleh penghargaan nasional dalam kategori peningkatan harapan hidup masyarakat. Pemerintah juga mendorong pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan, pembangunan Sekolah Rakyat di Manado dan Minahasa, serta revitalisasi sejumlah fasilitas olahraga seperti Kolam Renang Ranowangko dan arena Pacuan Kuda Tompaso.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara juga mengalami peningkatan dari 75,68 pada tahun 2024 menjadi 76,32 pada tahun 2025. Selain itu, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional mencapai 99,1 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,4 persen. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada ribuan siswa SMA, SMK, dan SLB serta melakukan rehabilitasi fasilitas sanitasi di puluhan sekolah.
Di sektor ekonomi, berbagai langkah strategis dilakukan untuk mendorong pertumbuhan daerah. Pemerintah menetapkan 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), merevitalisasi sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Sumaru Endo dan Bukit Kasih Kanonang, serta mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah Sulut.
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen. Sementara itu, realisasi investasi mencapai Rp10,1 triliun atau 109 persen dari target Rp9,3 triliun. Gini Ratio juga mengalami penurunan menjadi 0,341 yang menunjukkan perbaikan tingkat pemerataan ekonomi masyarakat.
Dalam mendukung ketahanan pangan, pemerintah membuka sekitar 8.000 hektare lahan sawah baru guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Pemerintah juga terus menggelar Gerakan Pangan Murah di seluruh kabupaten dan kota untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pada sektor infrastruktur dan daya saing daerah, pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road III Tahap IV terus dilanjutkan. Selain itu, revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Sulawesi Utara dilakukan guna mendukung arah pembangunan jangka panjang yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Pemerintah juga mencatat keberhasilan dalam pemerataan energi dengan tersedianya layanan listrik 24 jam di tujuh pulau yang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud. Di bidang sosial dan kebencanaan, pembangunan hunian tetap bagi korban erupsi Gunung Ruang terus berjalan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak.
Atas berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman dan penghargaan sebagai pemerintah provinsi terbaik dalam penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029. Selain itu, Sulawesi Utara juga masuk sebagai provinsi terbaik ketiga di wilayah Sulawesi dalam implementasi program percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi fondasi awal untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara pada tahun-tahun mendatang.(***)













