MANADOUPDATE.COM-Sebanyak 2.500 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi menuntaskan rangkaian Orientasi Tahun 2026. Penutupan kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, yang mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Kamis (30/7).
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Tahlis menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara beserta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para widyaiswara, pengelola Learning Management System (LMS), panitia, hingga perangkat daerah yang telah menyukseskan pelaksanaan orientasi.
Sebanyak 2.500 PPPK mengikuti program orientasi selama kurang lebih tiga bulan, sejak 28 April hingga 30 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan melalui metode distance learning dalam 25 angkatan dengan materi pengenalan tugas dan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui LMS SIBANGKOM LAN RI, serta pembinaan nilai-nilai dasar dan etika ASN yang difasilitasi para Widyaiswara BPSDMD Sulut.
Menurut Tahlis, orientasi tidak hanya menjadi tahapan administratif sebelum bertugas, tetapi merupakan proses penting dalam membentuk karakter, integritas, pola pikir, dan budaya kerja ASN yang profesional.
“Menjadi PPPK bukan sekadar memperoleh status sebagai aparatur pemerintah, tetapi merupakan amanah untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, serta mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya saat membacakan sambutan Gubernur.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Nilai berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif harus tercermin dalam setiap tindakan maupun kinerja sebagai aparatur negara.
Lebih lanjut, Tahlis menilai tantangan pelayanan publik ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, profesional, dan berkualitas. Karena itu, ASN dituntut terus meningkatkan kompetensi, mampu berinovasi, serta adaptif terhadap berbagai perubahan.
Selain peningkatan kapasitas, kolaborasi antarsesama ASN maupun dengan seluruh pemangku kepentingan juga dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Sinergi, komunikasi yang baik, dan semangat bekerja sebagai satu tim harus terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan publik yang optimal.
Mengakhiri sambutan Gubernur, Tahlis mengajak seluruh PPPK Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengabdikan kemampuan, tenaga, dan pikiran dengan penuh integritas serta keikhlasan, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Penutupan orientasi ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya seluruh proses pembekalan bagi 2.500 PPPK Tahun 2026 dan menjadi awal pengabdian mereka sebagai ASN yang siap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Sulawesi Utara.(***)













