Basarnas Sulut Dorong Pembentukan Tim Darurat di Lokasi Wisata Air Manado

Koordiasi Bersama

MANADOUPDATE.COM-Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara, George Leo Mercy Randang, berkoordinasi dengan Wali Kota Manado serta sejumlah instansi terkait membahas maraknya kemunculan buaya di perairan dan pesisir Kota Manado. Pertemuan yang digelar di ruang kerja Wali Kota itu juga membahas pembentukan Emergency Response Team di lokasi wisata air.

Randang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman keselamatan masyarakat dan wisatawan. Ia mendorong pengelola wisata air membentuk tim penanganan darurat yang bisa berasal dari karyawan atau masyarakat lokal yang dilatih dan disertifikasi oleh Basarnas.

“Tim darurat ini penting agar respon awal bisa dilakukan dengan cepat sebelum tim SAR tiba di lokasi, sehingga korban tetap tertangani dalam golden time,” ujar Randang.

Selain itu, Basarnas Sulut mendorong penyusunan standar keselamatan wisata air, seperti kewajiban penggunaan life jacket, serta SOP penanganan kedaruratan yang menghubungkan pengelola wisata, pemerintah daerah, dan Basarnas.

Randang menambahkan, Unit Siaga SAR Manado di kawasan Megamas telah aktif mendukung operasi penyelamatan di Teluk Manado, termasuk evakuasi kapal wisata rute Bunaken–Manado dan penanganan banjir di kota tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 mengatur kewajiban penyedia jasa pariwisata untuk memiliki SDM bersertifikat di bidang pertolongan. Basarnas, kata dia, terus bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di destinasi wisata.

Koordinasi ini menjadi langkah nyata Basarnas Sulut dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Manado demi mewujudkan wisata air yang aman dan tangguh terhadap keadaan darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *