MANADOUPDATE.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, KSOP Manado menggelar Uji Petik Kapal atau Uji Kelaiklautan Kapal pada sejumlah Kapal Penumpang di Pelabuhan Manado, Senin 3 Juni 2025.
Hal ini untuk memastikan kelaiakkan kapal penumpang untuk berlayar antar pulau.
Dijelaskan Julita Manampiring, Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal atau Marine Inspector, pelaksanaan Uji Petik Kapal atau Ramp Check ini adalah sesuai dengan Surat Edaran dari Direktur Perkapalan dan Kepelautan.
“Hal ini sesuai Surat Edaran dari Direktur Perkapalan dan Kepelautan, menginstruksikan kepada kami untuk melaksanakan Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang, dalam rangka liburan tengah tahun 2025,” jelas Julita.

Menurut Manampiring, sejumlah kelengkapan kapal juga diperiksa langsung oleh Marine Inspector bersama tim pemeriksa KSOP Manado sejumlah 12 personel, diantaranya kelengkapan peralatan safety seperti alat navigasi, life jacket (rompi pelampung), pelampung, fire extinguisher (tabung pemadam api), hingga Kelaikkan mesin juga tak luput pemeriksaan.
“Pemeriksaan ini adalah untuk memeriksa tersedianya alat navigasi, dan alat keselamatan, pemadam kebakaran, dan permesinan, di Kapal Penumpang, untuk memastikan semua alat tersebut tersedia diatas kapal dan semuanya berfungsi dengan baik, karena biasanya pada saat liburan sekolah nanti akan terjadi lonjakkan penumpang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Manado Kolonel Marinir Amrul Adriyansah, S.E., M.H. menuturkan bahwa Uji Petik Kapal Penumpang pada periode ini sebenarnya baru kali ini dilakukan, karena biasanya hanya dilakukan pada saat libur NATARU saja.

“Karena itulah kita KSOP Manado melakukan Ramp Check, sesuai arahan dari DJPL. Kami melakukan Uji Petik ini terhadap semua kapal di Pelabuhan Manado, kecuali kapal yang sudah Docking karena otomatis sudah laik layar,” urai Adriyansah.
Adriyansah bilang bahwa Kapal Penumpang yang belum Docking akan diperiksa dulu, agar pada saat kegiatan liburan nanti, sudah tidak menemui kendala dalam berlayar.
Saat ditanya jumlah kapal penumpang yang diperiksa, Adriyansah menjelaskan bahwa tidak semua kapal diperiksa karena masih ada yang belum Docking.
“Dari 21 kapal, yang diperiksa ada 14 kapal penumpang, sisanya sudah dari galangan, yang artinya sudah diperiksa semua dari atas hingga mesin, semuanya sudah ‘Clear’. Ibaratnya sudah masuk bengkel kapal,” ungkapnya.
Tidak hanya peralatan safety dan mesin saja, dokumen kelengkapan kapal juga tak luput diperiksa.
“Kelengkapan dokumen juga harus diperiksa, supaya jika ada kekurangan, kami suruh untuk lengkapi, agar semuanya aman dan nyaman selama dalam pelayaran” pungkasnya. (**)












