MANADOUPDATE.COM – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), terus mendorong penguatan kerukunan antarumat beragama melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan.
Komitmen tersebut tercermin saat Gubernur YSK menerima audiensi dan silaturahmi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Utara, Kamis (15/10/2026).
Dua pertemuan yang berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Audiensi pertama berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK menerima pengurus MUI Pusat yang didampingi Ketua MUI Sulut, Nasrudin Yusuf.
Rombongan MUI Pusat dihadiri Ketua Bidang MUI Pusat, Abdul Manan, bersama pengurus lainnya, Trisna Yuliati dan Aini Masruroh.
Dalam pertemuan itu, jajaran MUI menyampaikan komitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam mendukung program pembangunan, memperkuat kehidupan keagamaan, serta memelihara persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
MUI juga menyatakan kesiapan untuk membangun kolaborasi positif bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara demi menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai dan saling menghormati.
Setelah menerima audiensi MUI, Gubernur YSK melanjutkan pertemuan dengan pengurus PERMABUDHI Sulut sekitar pukul 15.00 WITA.
Ketua PERMABUDHI Sulut, Erfandy Lagonda, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan pemerintah provinsi.
Dalam kesempatan itu, PERMABUDHI Sulut turut menyampaikan rencana keikutsertaan dalam kegiatan yang berkaitan dengan persiapan dan penyelenggaraan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) Nasional XII Tahun 2026 di Jambi, yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Erfandy juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dapat memberikan dukungan terhadap keikutsertaan perwakilan daerah dalam kegiatan tersebut.
Menanggapi kedua audiensi itu, Gubernur YSK mengapresiasi kunjungan MUI dan PERMABUDHI Sulut. Ia menilai silaturahmi dan komunikasi yang terjalin dengan berbagai organisasi keagamaan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama harus terus dipelihara agar perbedaan keyakinan dan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjutnya, pada prinsipnya mendukung kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat, termasuk berbagai upaya yang mendorong penguatan toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan.
Dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran organisasi keagamaan sebagai mitra pemerintah, baik dalam pembinaan umat maupun dalam menciptakan situasi sosial yang aman dan kondusif.
Bagi Sulawesi Utara yang dikenal memiliki keberagaman agama dan budaya, sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama berkelanjutan, Gubernur YSK berharap nilai-nilai toleransi dan kerukunan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sehingga keberagaman menjadi kekuatan untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.(***)













